Membicarakan Seks kepada Pasangan Kita

Entah Anda telah menjalani kehidupan bersama pasangan selama bertahun tahun atau mungkin saja baru menikah, apa bila seks merupakan bagian dari hubungan Anda selama ini atau bagi hubungan yang baru berjalan, hal ini penting untuk kita membicarakan seks kepada pasangan kita.

Membicarakan seks kepada pasangan bukanlah suatu hal yang sulit, menyebalkan, membosakan, ataupun memalukan. Namun, jika Anda merasakan hal yang demikian rumitnya, ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk membuatnya lebih gampang.

Rundingkan dan bicarakan lah seks kepada pasangan tentang berbagai permasalahan seperti halnya kontrasepsi, Penyakit Menular Seksual, atau apapun yang Anda suka dan Anda tidak sukai. Jadi mulailah dari sekarang untuk bisa saling berbagi pikiran, ekspektasi dan kegelisahan yang dialami, kepada pasangan Anda. Dengan melakukan hal ini (membicarakan seks kepada pasangan), bisa membantu Anda untuk membuat keputusan bersama, sehingga keharmonisan rumah tangga akan semakin baik.

Postingan kali ini ditujukan untuk orang orang yang membicarakan seks kepada pasangan barunya dan ingin mengetahui bagaimana cara merundingkan riwayat seksual mereka. Sehingga pasangan tidak akan merasa tabu dengannya.

Kapan Harus Membicarakan Seks Kepada Pasangan?

  • Anda tidak perlu menunggu sampai saat sedang bercinta dengan pasangan Anda. Anda harus bisa membuat keputusan dengan cepat dan tepat untuk membicarakannya, dengan mempertaruhkan resiko yang akan diterima di belakang nanti.
  • Membicarakan tentang hal-hal yang berbau seksual sebelumnya dengan pasangan akan membuat Anda mengetahui semua pilihan yang bisa diambil. Sehingga Anda akan mampu membuat keputusan yang bisa dipertanggungjawabkan.
  • Selain itu, pilihlah juga waktu dan tempat yang cocok. Sehingga Anda bisa membicarkan seks kepada pasangan Anda secara lebih terbuka tanpa harus takut dengan gangguan dari ponsel ataupun orang sekitar.

Bagaimana Mengatakannya?

Beberapa cara sederhana dapat dilakukan untuk menyampaikan permasalahan seksual dan seks yang aman. Termasuk juga mengucapkan:

  • "Bagaimana pendapatmu tentang seks?"
  • "Maukah kamu melakukannya dengan ku?"
  • "Aku ingin melakukannya dengan mu, apa kamu siap?"
  • "Kita seharusnya membicarakan seks yang aman jika kita akan melakukannya."
  • "Kita bisa ke klinik dan mencari tahu tentang hubungan seks bersama."

Hal ini penting untuk membicarakan seks yang aman terlepas dengan siapa Anda berhubungan. Infeksi bisa saja terjadi di antara dua wanita dan dua pria seperti halnya antara pria dan wanita yang berhubungan badan.

Memilih Jenis Kontrasepsi

Jika Anda dan pasangan Anda merencanakan sebuah kehamilan, yang pertama harus dilakukan adalah dengan mencari tahu bersama tentang perbedaan metode kontrasepsi. Hal ini bisa menjadi awal yang bagus untuk membicarakan seks dengan pasangan.

Ada 15 metode kontrasepsi, termasuk kontrasepsi secara implan, kontrasepsi secara suntik, Intrauterine Device (IUD), Intrauterine System (IUS), cincin vagina, pil, kondom dan diafragma. Anda bisa mencari tahu lebih lanjut tentang metode kontrasepsi lainnya dengan membaca selebaran yang berisi informasi tentang kontrasepsi bersama -- biasanya tersedia di klinik klinik kontrasepsi atau di beberapa dokter bedah. Atau dengan mencari informasi tersebut menggunakan media online.

Anda juga bisa mengunjungi klinik kontrasepsi bersama dengan pasangan. Staf di sana akan dengan senang hati merundingkan pilihan dan membantu Anda dan pasangan untuk memilih metode mana yang sesuai untuk Anda dan pasangan Anda.

Membicarakan Tentang Riwayat Seksual

Coba cari tahu tentang riwayat seksual pasangan Anda. Seperti contohnya, cari tahu apakah dia dia pernah menderita Penyakit Menular Seksual yang bisa membawa resiko pada Anda.

Penyakit Menular Seksual adalah penyakit yang menyerang manusia dan binatang melalui transmisi hubungan seksual, seks oral, dan seks anal. Istilah penyakit menular seksual semakin banyak digunakan, karena memiliki cakupan pada orang yang mungkin terinfeksi dan menginfeksi orang lain dengan tanda-tanda kemunculan penyakit. Penyakit menular seksual juga dapat ditularkan melalui jarum suntik, kelahiran, dan menyusui. Infeksi penyakit menular seksual telah diketahui selama ratusan tahun lamanya.

Anda bisa mengatakan kepadanya:

  • "Sebelum kita melakukan hubungan seks, ada hal yang harus aku tanyakan kepadamu: Apakah kamu sudah memeriksakan kodisimu untuk Penyakit Seksual? Dan apakah kamu pernah mengalaminya?".

Katakan dengan sopan, buat pasangan Anda agar dia berani menjawab yang sebenarnya dan jangan terlalu menekan dia.

Atau bisa dengan sedikit berbasa-basi dengan mengajaknya bicara:

  • "Sebelum melakukan hubungan ini dengan mu, ada sesuatu yang ingin aku katakan padamu."
  • "Bisakah kita bicara sebentar sebelum melakukan ini (bercinta)?"

Dokter atau perawat dari klinik kontrasepsi, klinik kesehatan seksual atau klinik obat kuat bisa sangat membantu Anda untuk mendiskusikan seks yang aman dengan Anda. Hal ini penting khususnya jika Anda atau pasangan Anda mengalami Infeksi Menular Seksual dan sangat membutuhkan penanganan untuk mencegah penyebarannya.

Dan asal Anda tahu saja, hanya perlu tidak memakai kondom sekali agar Penyakit Menular Seksual bisa menjangkit Anda dan mempengaruhi kehidupan seksual Anda. Maksudnya adalah, dengan hanya sekali berhubungan seksual dengan si penderita Penyakit Menular Seksual, maka Anda akan ikut terjangkit.

Malam Pertama

Jika Anda berpikir untuk melakukan hubungan seksual dengan pasangan pada malam pertama setelah menikah, bawalah kondom bersama Anda. Dan pastikan akan menggunakannya ketika Anda melakukan hubungan badan.

Dan sesaat sebelum bercinta, berikan juga alasan yang sebenarnya kepada pasangan Anda, kenapa Anda harus menggunakan kondom tersebut ketika setiap kali bercinta. Jangan tunggu hingga telah terjadi kontak kelamin dengan pasangan dan Anda baru menggunakannya. Ini jelas-jelas terlambat. Gunakanlan kondom tersebut sebelum adanya kontak kelamin dan sebelum menggunakan sex toys.

Pikirkan terlebih dahulu tentang kapan Anda harus mengatakan untuk menggunakan kondom. Buat lah sebuah keyakinan di pikiran Anda yang tidak akan dilanggar hingga Anda menyatakan alasan pemakaian kondom tersebut. Sebagai contohnya, Anda bisa memikirkan "Resleting ini tidak akan bisa lepas jika aku mengatakan tentang menggunakan kondom ini".

Bagikan

Update Terkait

Copyright © . www.MinyakBulus123.com
Powered by Quick Cart | |

Daftar Rekening

  • transfer BCA tokoherbal 123 No.Rek 2471-7757-81 atas nama AHMAD FANANI
  • transfer Mandiri tokoherbal 123 No.Rek 135-00-1469455-6 atas nama AHMAD FANANI
  • transfer BNI tokoherbal 123 No.Rek 0458898966 atas nama AHMAD FANANI
  • transfer BRI tokoherbal 123 No.Rek 5895-01-029997-53-7 atas nama AHMAD FANANI